Kembali ke Beranda

Tertarik Membeli Kamera Sony A73 / A7 III? Simak Artikel Berikut!

Ibengcam
Tertarik Membeli Kamera Sony A73 / A7 III? Simak Artikel Berikut!

Penyakit Umum Sony A7 III dan Tips Merawatnya untuk Pemakaian Berat

Sony A7 III atau A73 merupakan salah satu kamera full-frame yang dikenal sebagai kamera hybrid, karena mampu digunakan dengan baik untuk kebutuhan foto maupun video.

Karena kemampuannya tersebut, Sony A7 III banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari foto, dokumentasi, wedding, event, hingga produksi video. Kamera ini juga cukup cocok untuk dipakai tempur, tetapi bukan berarti bisa digunakan terus-menerus tanpa memperhatikan kondisi dan perawatannya.

Semakin berat pola penggunaan kamera, semakin besar pula beban yang diterima oleh komponen di dalamnya.

Penyakit Umum Sony A7 III

Beberapa bagian yang cukup perlu diperhatikan pada Sony A7 III antara lain:

1. Shutter Unit Bermasalah

Shutter merupakan salah satu komponen mekanis yang bekerja setiap kali kamera mengambil foto.

Semakin sering kamera digunakan untuk memotret, semakin tinggi pula jumlah kerja shutter. Pemakaian yang sangat intens dapat membuat shutter mengalami keausan atau kerusakan.

Gejalanya bisa berupa:

  • Kamera tidak bisa mengambil foto.
  • Shutter macet.
  • Shutter tidak membuka atau menutup dengan normal.
  • Muncul error saat melakukan pemotretan.
  • Suara mekanisme shutter terdengar tidak normal.

Karena itu, untuk kamera yang digunakan khusus foto dengan jumlah pemotretan sangat tinggi, kondisi shutter perlu lebih diperhatikan.

2. Port USB dan HDMI Bermasalah

Port USB dan HDMI juga termasuk bagian yang cukup sering mengalami masalah karena sering digunakan.

Kebiasaan sering cabut-colok kabel, menarik kabel dalam posisi miring, atau penggunaan yang kasar dapat membuat konektor menjadi longgar atau mengalami kerusakan.

Untuk pengguna video, bagian ini biasanya mendapatkan beban lebih besar karena USB dan HDMI dapat digunakan lebih sering untuk transfer data, monitoring, maupun kebutuhan produksi lainnya.

3. Port Jack Audio Bermasalah

Sony A7 III juga memiliki port audio untuk kebutuhan mikrofon eksternal dan headphone.

Penggunaan untuk video biasanya membuat port audio lebih sering digunakan. Jika kabel mikrofon atau headphone terlalu sering dipasang dan dilepas, apalagi dengan cara kasar atau kabel tertarik saat masih terpasang, kontak di dalam port dapat mengalami kerusakan.

Jika port sudah mengalami kerusakan, solusi yang diperlukan dapat berupa penggantian port jack audio, tergantung kondisi dan konstruksi bagian tersebut.

4. Slot Memory Card Bermasalah

Slot memory card juga perlu diperhatikan, terutama bagi pengguna yang sering melakukan pemotretan atau perekaman video.

Masalah dapat terjadi karena memory card terlalu sering dimasukkan dan dikeluarkan, pemasangan yang kurang tepat, atau penggunaan yang kasar.

Kerusakan dapat berupa:

  • Pin slot memory bengkok.
  • Pin mengalami kerusakan.
  • Slot menjadi longgar.
  • Ada benda asing yang masuk.
  • Bagian memory card patah dan tersangkut di dalam slot.

Untuk beberapa kondisi, kerusakan masih dapat dilakukan repair, misalnya jika hanya pin yang bengkok. Namun jika slot sudah rusak, dapat dilakukan penggantian slot atau bagian board sesuai konstruksi kamera.

Pemakaian Foto dan Video Sama-Sama Memiliki Beban yang Berbeda

Sony A7 III memang kamera hybrid, tetapi pola penggunaan foto dan video memberikan beban yang berbeda pada komponen kamera.

Untuk penggunaan foto, salah satu komponen yang paling banyak bekerja adalah shutter, terutama jika kamera digunakan untuk mengambil foto dalam jumlah sangat banyak.

Sedangkan untuk penggunaan video, kamera dapat bekerja dalam waktu yang lebih lama secara terus-menerus. Sensor, prosesor, sistem perekaman, baterai, serta sistem pendinginan akan bekerja dalam durasi yang lebih panjang.

Karena itu, kamera yang digunakan untuk video secara terus-menerus juga perlu memperhatikan suhu dan kondisi kamera agar tidak mengalami panas berlebih.

Sony A7 III Yang Cocok untuk Foto dan Video

Sony A7 III versi standar atau A7 III “polos” merupakan kamera hybrid yang fleksibel untuk foto maupun video.

Berbeda dengan lini Sony A7R yang lebih diarahkan untuk kebutuhan fotografi dengan resolusi tinggi, lini A7S lebih ditujukan untuk kebutuhan video dan kondisi low-light.

Sementara A7 III berada di tengah sebagai pilihan hybrid yang cukup seimbang.

Artinya, jika membutuhkan satu kamera yang dapat digunakan untuk foto sekaligus video, A7 III masih menjadi pilihan yang menarik.

Cocok Dipakai “Tempur”, Tapi Tetap Harus Dirawat

Sony A7 III memang cocok digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan kamera bekerja cukup intens. Namun, kamera yang tangguh tetap memiliki batas penggunaan.

Pemakaian secara terus-menerus, penggunaan yang kasar, terlalu sering cabut-colok kabel, benturan, debu, kelembapan, hingga panas berlebih dapat mempercepat penurunan kondisi komponen.

Karena itu, semakin sering kamera digunakan untuk pekerjaan, semakin penting juga melakukan perawatan.

Beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan:

  • Hindari penggunaan kamera secara kasar.
  • Jangan menarik kabel USB, HDMI, atau audio secara paksa.
  • Hindari terlalu sering cabut-colok kabel dengan posisi miring.
  • Perhatikan suhu kamera saat digunakan untuk video dalam waktu lama.
  • Gunakan memory card yang sesuai dan dalam kondisi baik.
  • Jangan memaksakan memory card masuk jika terasa seret.
  • Bersihkan kamera secara berkala.
  • Lakukan pengecekan jika mulai muncul gejala yang tidak normal.

Kesimpulan

Sony A7 III merupakan kamera hybrid yang cocok untuk foto dan video, sehingga sangat fleksibel untuk berbagai kebutuhan dan cukup layak digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan kamera “tempur”.

Namun, ketahanan kamera tetap sangat bergantung pada pola dan cara pemakaian.

Shutter lebih banyak mendapatkan beban dari aktivitas fotografi dengan jumlah pemotretan tinggi, sementara penggunaan video dalam waktu panjang memberikan beban kerja yang berbeda dan dapat meningkatkan suhu kamera.

Port USB/HDMI, jack audio, dan slot memory card juga dapat mengalami kerusakan akibat penggunaan yang terlalu sering atau kasar.

Jadi, meskipun Sony A7 III dikenal tangguh, bukan berarti bebas dari kerusakan. Semakin intens digunakan, semakin penting pula merawat dan memperhatikan kondisi kamera agar performanya tetap optimal.

Hubungi IBENGCAM untuk konsultasi gratis kendala pada kamera, lensa dan drone kamu yuk!